Selasa, 17 Desember 2013

Ayahku Seorang Tukang Tambal Panci


Ayahku seorang tukang tambal panci
Berkeliling menawarkan jasa yang tak semua orang menghargai
Ayahku seorang tukang tambal panci
Berjalan menyusuri panjangnya trotoar yang bagi kami penuh arti
Tak pernah cintaku berpagar malu
Untuk ayahku yang seorang tukang tambal panci
Akankah aku juga akan mewarisi?
Sandang tambal panci yang hanya milik ayahku tercinta ini

Surakarta 2013

salam untuk ayah dari embak
dari embak yang cinta dan rindu..

1 komentar:

  1. Puisi ya,.!?? tadi aku pikir itu cerpen. Tapi bagus kok, Bikin puisi yg banyak lagi yach.. ^^

    BalasHapus